Untuk menciptakan suatu aktivitas pembelajaran yang efektif, diperlukan
adanya suatu proses perencanaan, atau desain yang baik. Demikian pula
dengan aktivitas belajar dengan menggunakan media dan teknologi.
Smaldino, James D Russel dan Michael Molenda (2005), mengemukakan sebuah
desain sistem pembelajaran yang dikenal dengan ASSURE. Model ini
dikembangkan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif dan
efisien, khususnya pada kegiatan pembelajaran yang menggunakan media dan
teknologi.
Untuk lebih memahami model ASSURE, berikut ini dikemukakan deskripsi dari setiap komponen yang terdapat dalam model tersebut.

A. ANALISIS SISWA
Tahap pertama dalam perencanaan pembelajaran adalah mengidentifikasi dan
menganalisis karakteristik siswa yang di asosiasikan dengan hasil
belajar. Informasi tersebut akan membimbing keputusan anda dalam membuat
desain pembelajaran. Hal yang perlu dipertimbangkan selama analisis
siswa termasuk:
1. Kerakteristik siswa
2. Kopetensi khusus (pengetahuan, kecakapan, dan perilaku seputar topik)
3. Gaya belajar
B. MENETAPKAN STANDAR DAN TUJUAN
Langkah berikutnya adalah menetapkan standar dan tujuan belajar sekhusus
mungkin. Dalam menentukan tujuan, Smaldini (2007) menentukannya dengan
menggunakan rumusan ABCD (Audience, Behavioris, Condition, dan Degree).
Audience. Karena tujuan belajar berfokus pada pengetahuan dan apa yang
bisa silakukan siswa setelah mengikuti pelajaran, bukan apa yang
dilakukan guru untuk mengajar mereka.
Behavior/Prilaku. Inti tujuannya adalah pada kemampuan baru yang akan dimiliki siswa setelah pembelajaran
Condition. Tujuan belajar harus meliputi kondisi dimana kinerja yang
akan dinilai. Dengan kata lain, bahan atau peralatan apa yang akan
digunakan dalam mendemonstrasikan kemampuan sesuai dengan tujuan
pembelajaran. Dengan demikian, dapat menentukan tujuan pembelajaran.
Degree. Persyaratan akhir yang disebut dalam tujuan pembelajaran adalah
bahwa hal itu menunjukan standar dan kriteria kinerja yang dapat
diterima dan akan dinilai.
C. MEMILIH STRATEGI, TEKNOLOGI, MEDIA, DAN MATERI
Setelah menganalisis siswa dan menetapkan standar serta tujuan belajar
dapat memulai (persentasi, pengetahuan, kemampuan, dan prilaku siswa)
dan diakhiri dengan tujuan belajar dalam pembelajaran. Langkah-langkah
dalam tahap ini adalah memilih strategi, memilih teknologi dan media
serta memodifikasi bahan pelajaran.
D. PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN BAHAN
Langkah ini termasuk perencanaan guru untuk menggunakan teknologi, media
dan bahan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk melakukan hal
tersebut ikuti langkah-langkah 5P berikut: preview (media dan bahan),
prepare (teknlogi media dan bahan), persiapan lingkunagan, persiapan
siswa, dan menyediakan pengalaman belajar.
Menyiapkan Teknologi, Media, dan Bahan.
Sesanjutnya perlu dipersiapkan teknologi, media, dan bahan-bahan yang
akan mendukung kegiatan pembelajaran. Langkah pertama adalah
mengumpulkan semua perlengkapan yang akan dibutuhkan. Menentukan
bahan-bahan apa yang akan dilakukan. Menyusun daftar bahan-bahan dan
peralatan yang diperlukan untuk pelajaran dan garis besar urutan
presentasi kegiatan. Dan akhirnya, penting untuk berlatih menggunakan
sumber-sumber sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Menyiapkan Lingkungan.
Belajar dimanapun dapat dilakukan: dalam ruangan kelas, di laboraturiun,
maupun di luar kelas. Beberapa media memerlukan ruang gelap, sumber
daya yang nyaman, dan akses ke lampu. Semua peralatan harus siap
digunakan, semua murid dapat melihat dan mendengar dengan baik, mengatur
tempat duduk hingga siswa dapat berinteraksi dengan baik.
Menyiapkan Pebejar/siswa
Persiapan yang tepat, dari sudut pandang instruksional, mungkin mirip dengan salah satu dari berikut ini.
· Sebuah perkenalan memberikan tinjauan yang luas terhadap isi pelajaran.
· Sebuah alasan menceritakan bagaimana berhubungan dengan topik yang sedang dipelajari.
· Sebuah pernyataan yang memotivasi agar siswa mengetahui tujuan pembelajaran.
· Mengarahkan perhatian pada aspek-aspek khusus dari pelajaran.
Menyediakan Pengalaman Belajar
Jika pengalaman belajar berpusat pada guru, itu akan melibatkan presentasi, demonstrasi, drill dan praktek, dan/atau tutorial.

E. KEBUTUHAN PARTISIPASI SISWA
Agar efektif pembelajaran mengharuskan adanya keterlibatan mental aktif
siswa. seharusnya ada aktivitas yang mengikuti pengetahuan dan kecakapan
untuk menerima umpan balik pada kesesuaian dengan usaha mereka sebelum
dinilai secara formal. Secara praktis siswa menilai dirinya dibantu oleh
pembelajaran komputer, internet atau kelompok belajar.
F. EVALUASI DAN REVISI
Setelah pelaksanaan pembelajaran, yang penting dievaluasi adalah
pengaruh pada belajar siswa. penilaian itu seharusnya tidak hanya
menguji tingkat ketercapaian siswa pada tujuan pembelajaran, tetapi juga
menguji proses pembelajaran dan pengaruh penggunaan teknologi dan
media.

Sumber : http://rizafaishol.blogspot.com/2010/11/model-pembelajaran-assure.html